Peta dan Komunikasi Pada Perenanaan Wilayah dan Kota




Dalam kehidupan ini komunikasi bukanlah hal yang asing, namun apakah itu komunikasi ? Secara istilah, komunikasi berasal dari Bahasa Latin, yaitu ‘Communicatio’ artinya ‘pemberitahuan’ atau ‘pertukaran pikiran’. Secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses menyampaikan informasi berupa simbol, suara, gambar, dll kepada pendengar dengan menggunakan media tertentu. Adapun definisi komunikasi menurut para ahli, yaitu,

Komunikasi adalah seni menyampaikan informasi, ide dan sikap seseorang kepada orang lain (Edwin Emery).
Komunikasi adalah proses sosial, dalam arti pelemparan pesan/lambang yang mana mau tidak mau akan menumbuhkan pengaruh pada semua proses dan berakibat pada bentuk perilaku manusia dan adat kebiasaan (William Albig).
Harold D Laswell memperkenalkan 5 formula dalam proses komunikasi, antara lain Who (Berkenaan dengan siapa yang mengatakannya), Says What (menyatakan apa), In which channel (saluran apa), To whom (ditujukan kepada siapa) and With what effect (pengaruhnya apa). Dari formula Laswell diatas, maka diperolah 5 komponen untuk mendukung terjadinya proses komunikasi, yaitu komunikator, pesan, media, komunikan dan pengaruh. Dari penjelasan para ahli, komunikasi merupakan proses menyampaikan suatu ide, gagasan, informasi dari si perencana kepada orang tertentu untuk memperoleh sebuah kesepakatan ataupun keputusan. Lalu apa hubungannya dengan peta ?  
Pengertian dari peta itu sendiri adalah gambaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu. Dalam bidang geografi, penggunaan peta sangatlah penting, karena peta berfungsi untuk menunjukkan posisi, lokasi, keadaan, dan bentuk suatu tempat di permukaan bumi dan masih banyak lagi. Ada 2 jenis peta berdasarkan isinya, yaitu Peta Umum yang menggambarkan kenampakan alam di sebagian ataupun seluruh permukaan bumi, yang alami maupun buatan manusia. Peta umum terdiri dari Peta Topografi yang menggambarkan relief permukaan bumi dengan garis – garis kontur (biasa menampakkan ketinggian suatu tempat), memiliki skala 1 : 25.000 atau 1 : 50.000. Peta Chorografik, menggambarkan corak umum sebagian maupun seluruh permukaan bumi dengan skala kecil 1 : 250.000 hingga > 1 : 1.000.000. Peta Dunia, menggambarkan bentuk dan letak muka bumi serta wilayah di setiap negara dengan skala tertentu.
Selain itu ada pula Peta Khusus yang menggambarkan fenomena atau objek tertentu di permukaan bumi. Ada beberapa jenis peta khusus, antara lain Peta statistik yang terdiri dari Peta Statistik Kualitatif (menggambarkan penyebaran jenis data tanpa memperhitungkan jumlah data) dan Peta Statistik Kuantitatif (menggambarkan penyebaran jenis data dengan memperhitungkan besaran data). Peta Dinamik, menggambarkan gerakan suatu data berupa simbol garis dan panah.
Adapun jenis – jenis peta berdasarkan skalanya terdiri dari, Peta Kadaster dengan skala 1 : 100 sampai skala 1 : 5.000. Biasanya digunakan untuk mengukur tanah. Peta Skala Besar (skala 1 : 5.000 sampai skala 1 : 250.000). Peta Skala Sedang (skala 1 : 250.000 sampai skala1 : 500.000). Peta Skala Kecil (skala 1 : 500.000 sampai skala 1 : 1.000.000). Berdasar bentuknya ada Peta Digital, peta yang dibantu dengan program komputer berupa Sistem Informasi Geografis (SIG). Peta Timbul (Relief), menggambarkan bentuk yang sebenarnya dari permukaan bumi (3D). Peta Datar, digambarkan dalam bentuk 2D di bidang datar seperti kertas.
Seperti yang telah dijelaskan diatas tentang apa itu peta dan macamnya, maka dalam perencanaan peta merupakan alat yang sangat penting, karena unutk membuat perencanaan tata ruang, perlu memahami tentang ruang yang akan dikelola, hal itu dipermudah dengan adanya peta yang menggambarkan tentang ruang tersebut. Bayangkan saja jika penataan dilakukan tanpa mengetahui lokasinya dengan baik, maka hasilnya tidak akan seperti yang diinginkan. Komunikasi pun sangat penting bagi seorang perencana dalam pertukaran informasi dan membuat kesepakatan.
Adapun unsur – unsur dalam peta yang perlu diketahui, seperti Judul peta (identitas daerah yang tergambar di peta), Skala (perbandingan jarak pada peta dengan jarak yang sebenarnya), Simbol peta (tanda khusus sebagai penjelas objek yang ada di peta), Penunjuk arah (digambarkan dengan arah mata angin), Tata warna (menjelaskan atau menegaskan objek yang ada pada peta), Lettering (tulisan atau angka yang memperjelas peta), Legenda (memperjelas keterangan dan symbol pada peta), Garis astronomis (dijelaskan dengan adanya garis bujur dan lintang, angka derajat, menit dan detik), Garis tepi (garis penolong dalam membuat peta) dan Tahun pembuatan peta.
Gambar 1.1 Legenda Peta
Gambar 1.2 Simbol Peta
Peta selalu menjadi bagian penting dalam perencanaan wilayah dan kota, begitu juga dalam penyusunan produk perencanaan wilayah dan kota. Adapun produk – produk dari perencanaan wilayah dan kota antara lain, seperti Rencana Tata Ruang Wilayah dan Rencana Detil Tata Ruang yang terdiri dari Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional merupakan rencana jangka panjang (25 – 50 tahun) dengan skala ketelitian 1 : 1.000.000. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi merupakan rencana jangka menengah 15 tahun dengan ketelitian 1 : 250.000. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota merupakan rencana jangka menengah (5 – 10 tahun) dengan ketelitian 1 : 20.000 hingga 1 : 100.000, yang diikuti dengan rencana jangka pendek dengan ketelitian 1 : 5.000. Selain itu ada Rencana Rinci Kawasan Khusus, Peraturan dan Rencana Zonasi, Rencana Kawasan Pesisir, Rencana Kota Baru dan masih banyak produk lainnya.
Gambar 1.3 Contoh Produk Perencanaan Wilayah dan Kota
Dari produk – produk yang ada diatas, perlu diadakannya sebuah pengenalan kepada khalayak ramai mengenai hal tersebut. Dimaksudkan agar masyarakat dapat memahami dan berpartisipasi dalam proses perencanaan, karena partisipasi masyarakat akan sangat mempengaruhi masa depan suatu negara. Pengenalan produk memerlukan suatu media yang interaktif dan komunikatif . Media yang dapat digunakan seperti media massa berupa media cetak (koran, majalah, poster, pamflet, dll) dan elektronik (televisi, situs online resmi, sosial media, dll), ataupun dengan pendekatan langsung ke masyarakat.
Dalam membuat perencanaan wilayah dan kota diperlukan suatu aplikasi untuk membantu dan mempermudah dalam melakukan digitasi pada peta. Aplikasi yang kami gunakan untuk menunjang proses perencanaan terutama untuk digitasi peta, seperti CorelDraw, Google Earth, Sketch Up, AutoCAD, ArcGIS.
ArcGIS
Perangkat ini termasuk perangkat yang bisa diperluas sesuai kebutuhan saat membuat rancangan. ArcGIS merupakan software yang terdiri dari kumpulan software lainnya untuk menciptakan sistem SIG yang lengkap. Dengan menggunakan ArcGIS data informasi seperti jumlah penduduk, fasilitas sekolah, kepadatan penduduk, dll dapat di input ke dalam peta.
SketchUp
Merupakan program 3D dengan banyak pengguna. Aplikasi ini sering digunakan untuk membuat design interior maupun eksterior suatu bangunan.
AutoCAD
Penggunaannya hampir sama dengan ArcGIS, namun aplikasi ini hanya menggambarkan batasan garis, seperti jaringan jalan, bangunan dll dan tidak dapat menginput data seperti yang dapat dilakukan oleh ArcGIS.
CorelDraw
Merupakan program berbasis vektor dengan resolusi gambar yang cukup baik. Produk yang dapat dihasilkan seperti media publikasi (poster, sablon, dll).






Sumber Referensi :
Direktur Jenderal Penataan Ruang Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. “Pengembangan Wilayah dan Penataan Ruang Di Indonesia : Tinjauan Teoritis dan Praktis”. /tarunas/tr-pulau/paperSTTNASYogya010903.
Drs. Tommy Suprapto, M.S. “Pengantar Teori dan Management Komunikasi”. Yogyakarta : Media Pressindo.2009.
FT50-03-Jurusan-66-67-68.pdf. http://teknik.ub.ac.id/wp-content/uploads/2013/10/
Ivan Handoyo, Kartika Gunadi, Silvia Rostianingsih. “Pemodelan Peta Topografi Ke Objek Tiga Dimensi”. Jurnal Informatika Vol. 5 No. 1, Mei 2004 : 14 – 21.
Mina Miskowati. “Pembangunan Media Pembelajaran Geografi Untuk Siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Karangpandan Berbasis Multimedia Interaktif”. Journal Speed – Sentra Penelitian Engineering dan Edukasi – Volume 4 No 4 - 2012 - ijns.org
Muhammad Rizki Utama. “Pembangunan Peta Kampus 3D Universitas Komputer Indonesia Berbasis WebGL”. Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika (KOMPUTA), Agustus 2014. ISSN:2089-9033.
Pengertian-dan-jenis-peta.pdf. geografikoe.files.wordpress.com/2013/10/
Robbi, Wahyudi, Wahyudin. “Visualisali Masjid Agung Rangkasbitung Berbasis 3D Dengan Menggunakan Google SkecthUp dan After Effect”. Jurnal PROSISKO Vol. 2 No. 2 September 2015 ISSN: 2406-7733.
Sri Riris Wahyu Widati, Gayatri Atmadi. “Strategi Pemilihan Media Komunikasi LPPOM MUI Dalam Sosialisasi & Promosi Produk Halal di Indonesia”. Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI PRANATA SOSIAL, Vol . 2, No. 2, September 2013.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Try to make an essay... Upaya Pengelolaan Terumbu Karang Pulau Randayan